KEKUATAN DAN DAHSYATNYA SABAR,IKHLAS,SYUKUR

February112012
Untuk menjadi pemenang, tidak
selalu menggunakan kekuatan
fisik, tetapi dengan kesabaran,
syukur, dan ikhlas justru
mempunyai kekuatan luar biasa.
Ketiga sifat tersebut merupakan
bukti keimanan seseorang,
sumber kebahagiaan, kesuksesan,
dan dapat menarik kekayaan.
Paling penting adalah ketiganya
mampu mengantarkan
pengamalnya kepada pahala yang
berlimpah dan masuk surga
penuh kenikmatan. Bagaimana
agar supaya kita memiliki sifat
sabar, syukur, dan ikhlas?Artikel
akan mengungkap keutamaan
dan kedahsyatan sabar, syukur
dan ikhlas, kisah menakjubkan
para pengamalnya, menyingkap
bukti-bukti sabar, syukur dan
ikhlas Nabi Muhammad SAW,
serta doa-doa mustajab agar
dianugerahi sifat sabar, syukur,
dan ikhlasBeberapa Tuntunan
Sabar Dalam Al Quran -Al
Baqarah 153. Hai orang-orang
yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.
-An Nahl 127. Bersabarlah (hai
Muhammad) dan tiadalah
kesabaranmu itu melainkan
dengan pertolongan Allah dan
janganlah kamu bersedih hati
terhadap (kekafiran) mereka dan
janganlah kamu bersempit dada
terhadap apa yang mereka tipu
dayakan.-Ar Ruum 58. Dan
Sesungguhnya telah Kami buat
dalam Al Quran ini segala macam
perumpamaan untuk manusia.
Dan Sesungguhnya jika kamu
membawa kepada mereka suatu
ayat, pastilah orang-orang yang
kafir itu akan berkata: “Kamu
tidak lain hanyalah orang-orang
yang membuat kepalsuan
belaka.”
-Ar Ruum 59. Demikianlah Allah
mengunci mati hati orang-orang
yang tidak (mau) memahami.-Ar
Ruum 60. Dan bersabarlah kamu,
sesungguhnya janji Allah adalah
benar dan sekali-kali janganlah
orang-orang yang tidak meyakini
(kebenaran ayat-ayat Allah) itu
menggelisahkan kamuBagaimana
Menjadi IhklasRasa Ikhlas bisa
berkaitan dengan kebahagiaan.
Jadi jika kita bisa membuat dan
mengkondisikan suasana hati kita
pada posisi ikhlas maka kita akan
merasa bahagia atau tenang.
Pernahkan kita tiba-tiba hati kita
merasa bahagia tanpa sebab
apapun. Rasa itu sebenarnya
diakibatkan oleh rasa Ikhlas atas
apa yang kita terima baik saat
karunia yang kita dapat atau
musibah yang kita dapat.Selain
membuat diri merasa bahagia dan
tentram, apa sih manfaatnya
disaat kita ikhlas? Jika kita Ikhlas
kita akan merasa kita
menyerahkan semua masalah kita
kepada Tuhan. Doa kita akan
diterima jika kita merasa ikhlas.
Jadi kita sebagai manusia adalah
makhluk yang lemah ini akan
berubah menjadi makhluk yang
kuat se alam semesta jika kita
pada zona Ikhlas atau berserah
diri kepada Tuhan, karena segala
keinginan kita mungkin akan di
kabulkan. Yang lebih kuat dari
gunung adalah besi, yang lebih
kuat dari besi adalah api, yang
lebih kuat dari api adalah air yang
lebih kuat dari air adalah angin.
Yang lebih kuat dari angin adalah
manusia yang ikhlas.Perlu diingat
saat ditimpa suatu musibah pasti
akan sulit kita ikhlas menerima
apa yang terjadi kepada kita, tapi
coba lag ingat dibalik kesulitan
pasti ada kemudahan, Setiap
tangisan pasti akan ada ada
sebuah senyuman. Seorang yang
ikhlas akan memiliki kekuatan
yang besar. Ia seakan-akan
menjadi pancaran energi yang
melimpah. Keikhlasan seorang
dapat dilihat pula dari raut muka,
tutur kata, serta gerak-gerik
perilakunya yang selalu tenang
dan damai.Seseorang yang selalu
meratapi apa yang terjadi,
menyesali kesalahan atau
kekeliruan yang dibuat dan
terpaku pada waktu mereka yang
terbatas hanya akan merasakan
kesusahan, kesengsaraan dan dan
keputusasaan dengan sebuah
keikhlasan menerima apa yang
terjadi, akan membuat kita
kembali menatap sesuatu
kejadian dengan penuh pesona,
terima dengan ikhlas apa yang
kita miliki, apa yang terjadi, dan
apa yang menimpa kita, maka
tidak akan ada agi sesuatu
menjadi sebuah beban.Janganlah
pernah merasa terlau terhimpit,
terkekang karena di dunia ini
segala sesuatu pasti berubah, saat
hati tidak bisa ikhlas, coba lah
berdoa untuk bisa ikhlas atas
ketidak ikhlasan kita. tataplah
masa depan, jalanidengan penuh
keikhlasan dan kesabaran, karena
pasti dibalik sebuah
permasalahan pasti akan muncul
kemudahan. Satu hal ikhlas itu
tidak berarti pasrah, ikhlas itu
menerima dengan baik apa yang
terjadi, dengan tetap berusaha
mencapai apa yang kita
inginkan.Menjadi ikhlas saat hati
tidak bisa menjadi ihklas adalah
tetap yang terbaik, ujian atau
cobaan pasti akan terus mengalir,
ikhlas menerima dan sabar
menjalani adalah sebuah kunci
dalam menjalani semua yang
ada.Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah
berkata dalam kitab Al Hikam,
Amal perbuatan itu sebagai
kerangka yang tegak, sedang ruh
(jiwa) nya adalah tempat
terdapatnya rahasia ikhlas
(ketulusan) dalam amal
perbuatan. Bab tentang ikhlas
adalah bab yang mutlak dan
paling penting untuk dipahami
dan diamalkan, karena amal yang
akan diterima Allah SWT
hanyalah amal yang disertai
dengan niat ikhlas. Tidaklah
mereka diperintah kecuali agar
berbuat ikhlas kepada Allah
dalam menjalankan agama.Oleh
karenanya, sehebat apapun suatu
amal bila tidak ikhlas, tidak ada
apa-apanya dihadapan Allah
SWT, sedang amal yang
sederhana saja akan menjadi luar
biasa dihadapan Allah SWT bila
disertai dengan ikhlas.Tidaklah
heran seandainya shalat yang kita
kerjakan belum terasa khusyu,
atau hati selalu resah dan gelisah
dan hidup tidak merasa nyaman
dan bahagia, karena kunci dari itu
semua belum kita dapatkan, yaitu
sebuah keikhlasan.Ciri-ciri dari
orang yang memiliki keikhlasan
diantaranya :
-Hidupnya jarang sekali merasa
kecewa,Orang yang ikhlas dia
tidak akan pernah berubah
sikapnya seandainya disaat dia
berbuat sesuatu kebaikan ada
yang memujinya, atau tidak ada
yang memuji/menilainya bahkan
dicacipun hatinya tetap tenang,
karena ia yakin bahwa amalnya
bukanlah untuk mendapatkan
penilaian sesama yang selalu
berubah tetapi dia bulatkan
seutuhnya hanya ingin
mendapatkan penilaian yang
sempurna dari Allah SWT.
-Tidak tergantung / berharap
pada makhlukSayyidina ’Ali
pun pernah berkata, orang yang
ikhlas itu jangankan untuk
mendapatkan pujian, diberikan
ucapan terima kasih pun dia sama
sekali tidak akan pernah
mengharapkannya, karena setiap
kita beramal hakikatnya kita itu
sedang berinteraksi dengan Allah,
oleh karenanya harapan yang
ada akan senantiasa tertuju
kepada keridhaan Allah semata.
-Tidak pernah membedakan
antara amal besar dan amal
kecilDiriwayatkan bahwa Imam
Ghazali pernah bermimpi, dan
dalam mimpinya beliau
mendapatkan kabar bahwa
amalan yang besar yang pernah
beliau lakukan diantaranya
adalah disaat beliau melihat ada
seekor lalat yang masuk kedalam
tempat tintanya, lalu beliau
angkat lalat tersebut dengan hati-
hati lalu dibersihkannya dan
sampai akhirnya lalat itupun bisa
kembali terbang dengan sehat.
Maka sekecil apapun sebuah
amal apabila kita kerjakan
dengan sempurna dan benar-
benar tiada harapan yang muncul
pada selain Allah, maka akan
menjadi amal yang sangat besar
dihadapan Allah SWT.
-Banyak Amal Kebaikan Yang
RahasiaMungkin ketika kita
mengaji dilingkungan orang
banyak maka kita akan mengaji
dengan enaknya, lama dan
penuh khidmat, ketika kita shalat
berjamaah apalagi sebagai imam
kita akan berusaha khusyu dan
lama, tapi apakah hal tersebut
akan kita lakukan dengan kadar
yang sama disaat kita beramal
sendirian ? apabila amal kita tetap
sama bahkan cenderung lebih
baik, lebih lama, lebih enak dan
lebih khusyuk maka itu bisa
diharapkan sebagai amalan yang
ikhlas. Namun bila yang terjadi
sebaliknya, ada kemungkinan
amal kita belumlah ikhlas.
-Tidak membedakan antara
bendera, golongan, ras, atau
organisasiFitrah manusia adalah
ingin mendapatkan pengakuan
dan penilaian dari keberadaannya
dan segala aktivitasnya, namun
pengakuan dan penilaian
makhluk, baik perorangan,
organisasi atau instansi tempat
kerja itu relatif dan akan
senantiasa berubah, banyak
orang yang pernah dianggap
sebagai pahlawan namun seiring
waktu berjalan adakalanya
berubah menjadi sosok penjahat
yang patut diwaspadai. Maka
tiada penilaian dan pengakuan
yang paling baik dan yang harus
senantiasa kita usahakan adalah
penilaian dan pengakuan dari
Allah SWT.Begitu besar pengaruh
orang yang ikhlas itu, sehingga
dengan kekuatan niat ikhlasnya
mampu menembus ruang dan
waktu. Seperti halnya apapun
yang dilakukan, diucapkan, dan
diisyaratkan Rasulullah, mampu
mempengaruhi kita semua walau
beliau telah wafat ribuan tahun
yang lalu namun kita senantiasa
patuh dan taat terhadap apa
yang beliau sampaikan.Bahkan
orang yang ikhlas bisa membuat
iblis (syaitan) tidak bisa banyak
berbuat dalam usahanya untuk
menggoda orang ikhlas tersebut.
Ingatlah, apapun masalah kita
kita janganlah hati kita sampai
pada masalah itu, cukuplah
hanya ikhtiar dan pikiran saja
yang sampai pada masalah
tersebut, tapi hati hanya
tertambat pada Allah SWt yang
Maha Mengetahui akan masalah
yang kita hadapi
tersebut.Dahsyatnya
BersyukurBerbagAi tantangan dan
hambatan hidup yang dijumpai
manusia terkadang sangat berat.
Pada dasarnya semua yang terjadi
tu bisa baik bisa buruk. Tinggal
dari sisi mana seseorang yang
memandangnya seperti apa. Jika
kita melihat sisi negatifnya, maka
sebagus apapun hal itu akan
menjadi negatif dan bencana.
Tapi jika melihatnya dari sisi
positif, maka sejelek apapun itu,
akan menjadi positif. Bahkan
bencanapun akan menjadi
anugerah.Kemampuan melihat sisi
positif ini disebut bersyukur.,
Manusia sering mendengarnya
tapi jarang ada yang bisa
melaksanakannya. Rasa syukur
bukan cuma di lisan. Bukan cuma
dengan sedekah, tapi juga cara
pandang kita. Bila kita
memandang sesuatu dari sisi
positifnya, maka bisa dipastikan
dada kita akan dipenuhi dengan
kesyukuran.Biasanya para ulama
akan mengatakan, boleh jadi
bencana ini adalah penghapusan
dosa kita, atau kita harus tetap
khusnudzon (baik sangka)
terhadap Allah, pasti Allah
meletakkan hikmahnya di
peristiwa tersebut.Padahal nilai
positif itu tak perlu kita tunggu.
Saat terjadi bencana itupun, kita
sebenarnya mendapatkan
anugerah. Bencana alam
misalnya, boleh jadi harta kita
hilang begitu saja, tapi biasanya
kita bisa menemukan peluang-
peluang lain. Saat terjadi
bencana, semua harus memulai
dari nol, ini kesempatan untuk
mengejar
ketertinggalan.Diceritakan bahwa,
Imran bin Haththan, suatu hari,
masuk rumah untuk menemui
istrinya. Imran adalah seorang
yang buruk muka, tak ganteng,
lagipula pendek, sementara itu,
istrinya begitu cantik. Tatkala ia
memandang istrinya, wanita itu
bertambah cantik saja dalam
pandangannya. Dia pun tak
mampu mengekang dirinya untuk
terus menatap sang istri.Lalu
istrinyapun keheranan dan
bertanya,”Ada apa denganmu,
suamiku?” “Alhamdulillah,
engkau sungguh seorang wanita
yang cantik sekali,”jawab Imran
spontan. “Berbahagialah, karena
aku dan engkau berada dalam
surga,” kata istrinya
lembut.“Darimana engkau tahu
itu?”, tanya Imran keheranan.
Istrinya menjawab,”Karena
engkau telah diberi wanita seperti
aku lalu engkau bersyukur,
sedangkan aku diuji dengan
seorang pria seperti engkau dan
aku bersabar. Sementara itu,
orang yang sabar dan bersyukur,
keduanya berada dalam
surga”.“Bersyukurlah,niscaya
kamu akan selalu bahagia
menjalani hidup yang kian susah
ini. Rahmat Allah senantiasa
tercurah, tak ada habisnya
diseluruh semesta. Jangan pernah
dustakan itu. Yang penting kita
tetap terus berusaha dan
bersemangat melakoninya,” ujar
Fulan sembari menepuk pundak
saya dengan hangat.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar


 
Kembali ke Atas